<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6361887617345858322</id><updated>2011-11-10T01:19:21.380-08:00</updated><title type='text'>GUNUNG PEGAT FARMS</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://blitar.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Mas Asror</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09546462470961449530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji2TIckChGQ/TqurGQPUKdI/AAAAAAAAAQU/Wrjr5E6K9O0/s220/z.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6361887617345858322.post-7057878401190901136</id><published>2011-09-24T03:38:00.000-07:00</published><updated>2011-09-24T03:52:20.240-07:00</updated><title type='text'>BEBERAPA PENYAKIT DAN PENANGANANYA PADA KAMBING</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-BWn3WcaOE_M/Tn2yHZvawTI/AAAAAAAAAOI/bnLHQIRxX_E/s1600/penykt.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="218" src="http://2.bp.blogspot.com/-BWn3WcaOE_M/Tn2yHZvawTI/AAAAAAAAAOI/bnLHQIRxX_E/s320/penykt.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cc0000;"&gt;&amp;nbsp;PENANGANAN CACINGAN&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt;"&gt;Parasit pada saluran cerna kambing dapat menganggu kesehatan dan menurunkan produktivitas atau menyebabkan kematian pada kasus akut. Kontaminasi cacing parasit berasal dai hijauan pakan yang dikonsumsi yang telah terinfestasi larva parasit. Gejala infestasi cacing parasit pada ternak kambing ditandai oleh kepucatan pada lingkar putih mata, dbagian dalam mulut, didalam bagian rectum atau vagina. Gejala lain adalah membengkaknya rahang bagian bawah yang disebut bottle jaw dan kadang-kadang disertai dengan adanya diarea/mencret. Pengendalain cacing parasit dapat dilakukan dengan memberikan anti parasit setiap 2-3 bulan sekali. Jenis anti parasit yang digunakan sebaiknya dirotasi setiap tahun untuk mencegah timbulnya resistensi terhadap anti parasit yang diberikan. Pemberian obat anti parasit pada kambing dalam skala besar dapat dipermudah dengan alat drenching. Beberapa obat anti cacing parasit yang beredar dipasar antara laian adalah kalbaze, rintal&lt;br /&gt;Pemberian obat cacing penting dilakukan kepada induk setiap 2-3 bulan&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cc0000;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cc0000;"&gt;PENANGANAN MASITIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Penyakit mastitis biasanya disebabkan oleh infeksi baktei akibat sanitasi/kebersihan yang kurang baik. Penyakit ini ditandai oleh pembengkakan ambing yang biasanya disebabkan oleh kontaminasi bakteri. Gejala terserang mastitis adalah demam/temperature tubuh meningkat, ternak kelihatan kesakitan bila ambing disentuh dan putting membengkak. Ambing yang terinfeksi terasa dingin dan berubah warna dari warna normal pink menjadi kemerahan atau menghitam. Warna air susu kemerahan/kuning/kehijauan&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt;"&gt;, sangat kental.&lt;br /&gt;Pengobatan dapat dilakukan dengan suntikan antibiotik pada ambing (intramammary). Sebelum disuntik putting diperas dengan lembut untuk mengeluarkan air susu, lalu disuntik dengan antibiotik pada putting. Antibiotik untuk mengobati mastitis beredar dipasar, salah satunya adalah terrexin. Tedrgantung antibiotic yang digunakan, penyuntikan dilakukan setiap hari selama 3-4 hari. Untuk mengurangi rasa sakit basuh ambing dengan air hangat 2-3 x dalam sehari. Penyakit mastitis dapat menyebar sehingga perlu segera ditangani. Pencegahan mastitis dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cc0000;"&gt;PENANGANAN ORF&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt;"&gt;Orf atau keropeng/puru/dakangan merupakan penyakit yang disebabkan oleh jenis virus. Penyakit ini ditandai dengan timbulnya bintil kemerahan terutama disekeliling mulut, mata dan telinga. Orf biasanya timbul disuatu peternakan jika terjadi kondisi yang menyebebkan cekaman, seperti pertukaran musim, transportasi jauh dan kepadatan kandang yang tinggi. Penyakit orf cepat menular, sehingga perlu segera ditangani bila terjadi kasus dikelompok ternak.&lt;br /&gt;Pengobatan dapat dilakukan dengan melepas bintil dari tempatnya lalu dibubuhi larutan iodium pada bekas tuimbulnya bintil. Bintil yang telah dikelupas dapat digiling dan diberikan kepada ternak melalui mulut agar ternak menjadi lebih tahan terhadapp serangan penyakit tersebut diwaktu mendatang.&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cc0000;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cc0000;"&gt;PENYAKIT SKABIES&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Penyakit skabies adalah gangguan pada permukaan kulit akibat infestasi parasit eksternal (kutu). Penyakit ini sering juga disebut kudisan karena menyebabkan kerusakan pada permukaan kulit. Skabies sering mewabah pada kambing akibat cekaman misalnya pakan yang kurang baik jumlah maupun kualitas, kelembaban dan kepadatan kandang yang tinggi . Wabah disuatu kelompok ternak dapat juga terjadi apabila ada migrasi ternak dari luar yang telah terinfeksi skabies. Penyakit ini dapat menyebabkan kerugian ekonomi cukup tinggi bahkan sampai menimbulkan kematian. Skabies biasanya menular akibat kontak langsung dengan ternak sakit atau kontak dengan peralatan atau kandang yang telah tercemar parasit skabies.&amp;nbsp;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6361887617345858322&amp;amp;postID=7057878401190901136&amp;amp;from=pencil" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Gejala terserang skabies dapat dilihat permukaan tubuh yang tidak ditumbuhi bulu seperti bagian muka dan mulut yang berwarna kemerahan atau mengering (pada kasus berat), bulu yang rontok pada bagian terserang terutama bagian punggung dan kaki bagian dalam.&lt;br /&gt;Penanganan skabies paling efektif pada kasus yang berat adalah dengan penyuntikan ivomex dibawah kulit (subcutan). Pada kasus ringan pengobatan dapat dilakukan secara tradisional, misalnya mencampur belerang dengan oli bekas. Ternak yang telah terserang skabies sebaiknya diisolasi dan ditangani secara khusus. Pengobatan induk kambing yang terkena scabies dilakukan dengan penyuntikan ivomex secara intra muskuler&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&amp;nbsp;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cc0000;"&gt; MENGATASI MENCRET / DIARE&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDUrP-ai01I/AAAAAAAAAH0/cmJI8hmqw4M/s1600/IMAG0024.jpg"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" o:spt="75" o:preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"/&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"/&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"/&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"/&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path o:extrusionok="f" gradientshapeok="t" o:connecttype="rect"/&gt;  &lt;o:lock v:ext="edit" aspectratio="t"/&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="" style='width:150pt; height:112.5pt' o:button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\oslo\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.jpg"  o:href="http://1.bp.blogspot.com/_kyY10jh70VI/TDUrP-ai01I/AAAAAAAAAH0/cmJI8hmqw4M/s200/IMAG0024.jpg"/&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mencret terjadi karena adanya gangguan pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri, makanan rusak, serta lingkungan atau udara dingin.&lt;br /&gt;Tanda Klinis :&lt;br /&gt;Feses atau kotoran kambing berwarna hijau muda, hijau mengkilap, hijau kekuningan, hijau kemerahan atau hijau kehitaman. Ternak tampak lesu, lemah dan pucat.&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;Pencegahan :&lt;br /&gt;Hindari hijauan kacang-kacangan atau daun muda secara berlebihan.&lt;br /&gt;Jaga sanitasi kandang.&lt;br /&gt;Pengobatan jamu :&lt;br /&gt;1. Kambing sakit diberi larutan garam 10 gr dan gula pasir 10 gr dan air matang 2,5 liter.&lt;br /&gt;2. Ternak sakit diberi larutan oralit atau norit sebanyak 3 tablet.&lt;br /&gt;3. Air kelapa muda diminumkan secukupnya.&lt;br /&gt;4. Daun jambu biji 5 lembar dilumatkan bersama garam dapur dan diberikan pada kambing.&lt;br /&gt;5. Ternak lebih banyak diberi hijauan daun jambu biji, daun bambu muda dan daun buni.&lt;br /&gt;sumber : lolit sumut&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6361887617345858322-7057878401190901136?l=blitar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blitar.blogspot.com/feeds/7057878401190901136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2011/09/beberapa-penyakit-dan-penangananya-pada.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/7057878401190901136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/7057878401190901136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2011/09/beberapa-penyakit-dan-penangananya-pada.html' title='BEBERAPA PENYAKIT DAN PENANGANANYA PADA KAMBING'/><author><name>Mas Asror</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09546462470961449530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji2TIckChGQ/TqurGQPUKdI/AAAAAAAAAQU/Wrjr5E6K9O0/s220/z.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-BWn3WcaOE_M/Tn2yHZvawTI/AAAAAAAAAOI/bnLHQIRxX_E/s72-c/penykt.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6361887617345858322.post-3533805077790357670</id><published>2011-09-19T02:40:00.000-07:00</published><updated>2011-09-19T02:40:15.672-07:00</updated><title type='text'>PAKAN UNTUK ANAK PRA SAPIH DAN KESEHATAN INDUK KAMBING</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cc0000;"&gt;MANAGEMENT PENGELOLAAN PAKAN PADA ANAK PRA SAPIH&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-flinQIXHHJQ/TncNviroAxI/AAAAAAAAAOE/Pz-aDWwpTQE/s1600/241519_10150208757369020_692429019_6940349_3820554_o.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-flinQIXHHJQ/TncNviroAxI/AAAAAAAAAOE/Pz-aDWwpTQE/s320/241519_10150208757369020_692429019_6940349_3820554_o.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Anak kambing biasanya mulai mengkonsumsi pakan padat berupa hijauan ataupun konsentrat pada umur 2-3 minggu. Konsumsi pakan padat pada usia tersebut sangat berguna untuk merangsang perkembangan saluran cerna agar segera mampu mengkonsumsi pakan pada dalam jumlah banyak sebagaimana layknya ternak ruminansia. Pemberian konsentrat akan memacu pertumbuhan bobot badan lebih tinggi, sehingga dapat disapih pada usia lebih dini saat telah mencapai bobot sapih. Bobot sapih biasanya ditentukan seberat 2,5 x bobot lahir, namun tergantung kepada kondisi tubuh. Anak kambing masa pra-sapih (0-3 bulan) membutuhkan perawatan intensif untuk mencegah kematian dan merangsang pertumbuhan&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cc0000;"&gt;&amp;nbsp;Manajemen Kesehatan Induk&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Setelah melahirkan biasanya terdapat bercak darah disekitar vulva dan hal ini dapat terjadi sampai 2-3 minggu setelah melahirkan. Dalam keadaan normal bercak atau cairan tersebut akan semakin bersih dan bening seiring dengan berjalannya waktu. Namun, apabila cairan tersebut tidak berhenti dan tetap berwarna serta volumenya cenderung meningkat disertai dengan bau yang tajam, maka perlu dicurigai adanya infeksi pasca melahirkan dan perlu diberikan antibiotika seperti penicillin. Kandang dan ternak perlu dibersihkan dari berbagai jenis parasit untuk mencegah scabies maupun kutu yang dapat menggangu kesehatan dan menurunkan produktivitas&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Sumber ; lolit sumut&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6361887617345858322-3533805077790357670?l=blitar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blitar.blogspot.com/feeds/3533805077790357670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2011/09/pakan-untuk-anak-pra-sapih-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/3533805077790357670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/3533805077790357670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2011/09/pakan-untuk-anak-pra-sapih-dan.html' title='PAKAN UNTUK ANAK PRA SAPIH DAN KESEHATAN INDUK KAMBING'/><author><name>Mas Asror</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09546462470961449530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji2TIckChGQ/TqurGQPUKdI/AAAAAAAAAQU/Wrjr5E6K9O0/s220/z.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-flinQIXHHJQ/TncNviroAxI/AAAAAAAAAOE/Pz-aDWwpTQE/s72-c/241519_10150208757369020_692429019_6940349_3820554_o.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6361887617345858322.post-3489856267140096000</id><published>2011-09-11T02:56:00.000-07:00</published><updated>2011-09-11T02:56:37.223-07:00</updated><title type='text'>MANAJEMEN KESEHATAN ANAK KAMBING PRA SAPIH</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-ttZCUe7SDfA/TmyFrAEwPiI/AAAAAAAAAN8/rGyZIJzH7u4/s1600/wedus.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="239" src="http://2.bp.blogspot.com/-ttZCUe7SDfA/TmyFrAEwPiI/AAAAAAAAAN8/rGyZIJzH7u4/s320/wedus.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cc0000; font-size: large;"&gt;Kesehatan Anak Pra Sapih&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Studi Kasus&lt;br /&gt;Angka kematian anak pra-sapih merupakan salah satu sumber kerugian yang penting dalam usaha produksi kambing. Tidak jarang angka kematian mencapai 30-40% apabila usaha produksi tidak dikelola dengan baik. Kematian umumnya disebabkan terutama oleh penyakit yang muncul akibat manajemen yang buruk. Angka kematian anak sekitar 5-10 % dapat dianggap sangat baik untuk suatu usaha produksi yang baik.&lt;br /&gt;Pada Tabel 1 dipaparkan suatu kasus sebaran penyakit yang meyebebkan kematian pada anak kambing umur 0-3 bulan disuatu peternakan. Dari data tersebut dapat dilihat bahwa terdapat dua jenis penyakit yang paling banyak menyebebkan kematian anak kambing pra-sapih yaitu pneumonia dan koksidiosis, yaitu keduanya menyebabkan kematian 64,7% dari total kematian. Jika Enteritis dianggap sebagai indikasi Koksidiosis dan Cachexia merupakan konskuensi logis sebelum kematian maka total kontribusi kematian dari penyakit tersebut adalah 79,3%.&lt;br /&gt;&lt;a href="" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tabel 1. Beberapa penyakit penyebab kematian anak kambing umur 0- 3 bulan Penyebab kematian Jumlah anak mati (ekor) Tingkat kematian (%)&lt;br /&gt;Pneumonia 54 32,6&lt;br /&gt;Koksidiosis 53 32,1&lt;br /&gt;Enteritis/Mencret 9 5,5&lt;br /&gt;Cachexia 15 9,1&lt;br /&gt;Infeksi puerperal* 15 9,1&lt;br /&gt;Kematian saat lahir/Neonatal mortality** 10 6,1&lt;br /&gt;Lain-lain*** 9 5,5&lt;br /&gt;Total 165 100&lt;br /&gt;*Termasuk: Septicaema (8), E. coli (3), myocarditis (1), pericarditis (1), arthritis (1), pyogenik bakteri embolisma (1)&lt;br /&gt;**Termasuk: mati lahir (4), lahir lemah (5), hypothermia (1)&lt;br /&gt;***Termasuk: Cerebrotical necrosis (1), defisiensi vitamin E/Selenium (1), ataxia (1), renal dysplasia (1)&lt;br /&gt;Sumber: Donkin dan Boyazoglu (2004).&lt;br /&gt;Pneumonia&lt;br /&gt;Pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai bacteria maupun virus, bahkan parasit (parasit paru) serta akibat reaksi alergik. Penyakit ini sangat mudah terjadi pada anak kambing pra-sapih yang tidak mendapat cukup kolostrum saat dilahirkan atau dipelihara dalam kandang dengan kepadatan tinggi. Penyakit ini mudah timbul pada anak kambing pada umur sangat muda (&amp;lt;35 hari) ataupun pada umur 2-3 bulan. Istilah umum pneumonia digunakan untuk menjelaskan gangguan paru baik akibat infeksi bakteri maupun virus dan parasit juga akibat sebab lain yang mengakibatkan pembengkakan paru (inflamasi). Pneumonia dapat bersifat akut (menyebabkan sakit dan kematian dalam beberapa jam) maupun kronik. Penyakit ini sering dipicu oleh cekaman, misalnya akibat ventilasi yang kurang baik sehingga humiditas (kelembaban) didalam kandang tinggi.&lt;br /&gt;Gejala terserang pneumonia adalah nafsu makan hilang, batuk berulang, demam, sulit bernafas, keluar cairan dari lubang hidung. Pada kasus yang berat ternak bernafas melalui mulut yang membuka. Jika sampai mengalami sakit di paru, ternak menunjukan tanda dengan selalu berdiam (tidak aktif bergerak).&lt;br /&gt;Pengobatan dapat dilakukan dengan suntikan antibiotik atau preparat sulfa intravena atau intra muscular (otot) sesuai petunjuk produser obat. Pencegahan dilakukan dengan mengurangi kepadatan kandang, mengurangi kelembaban kandang, membuat kandang tetap kering dan bersih. Lakukan perbaikan ventilasi kandang, tingkatkan kebersihan dan kurangi kepadatan kandang serta pastikan tersedia dan terjangkau pakan yang segar dan air minum yang bersih didalam kandang.&lt;br /&gt;Koksidiosis&lt;br /&gt;Penyakit koksidiosis disebabkan oleh parasit koksidia didalam saluran cerna (usus). Kondisi stress akibat kepadatan kandang yang terlalu tinggi, kelembaban tinggi dan kandang kotor memacu timbulnya koksidiosis. Koksidiosis juga mendiring timbulnya penyakit lain seperti pneumonia. Kombinasi koksidiosis dengan pneumonia sering berdampak fatal. yang menyebabkan diarea disertai bercak darah.&lt;br /&gt;Gejala koksidiosis ditandai dengan turunnya nafsu makan, kotoran cair (mencret) dan berwarna kehitaman dengan disertai bercak darah, berlendir, bobot badan turun dan bulu serta kulit terlihat kasar dan kering. Anak kambing pra-sapih umur 3-4 minggu sangat peka terhadap gangguan koksidia. Jika koksidiosis terjadi mewabah disuatu kandang atau peternakan kambing perlakuan terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan sanitasi kandang dan isolasi ternak yang terserang koksi. Kambing yang selamat dari wabah koksi biasanya telah memiliki kekebalaqn.&lt;br /&gt;Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotika. Obat sulfa sangat efektif untuk mengendalikan koksi. Obat sulfa dapat diberikan selama 4 hari berturut-turut atau sesuai dengan petunjuk. Produser obat. Namun, pengobatan biasanya kurang efektif apabila tidak disertai dengan sanitasi yang baik, pengurangan kepadatan kandang dan memisahkan anak kambing dari kambing yang lebih dewasa.&lt;br /&gt;Diarea/Mencret&lt;br /&gt;Diarea atau mencret merupakan indikasi adanya gangguan pada saluran cerna akibat bebagai penyebab baik penyakit seperi koksidiosis maupun gangguan metabolism pakan atau kombinasi keduanya. Tanda diarea adalah feses atau kotoran yang encer dan berwarna hijau muda atau hijau tua, atau hijau kemerahan atau kuning kehijauan serta ternak terlihat lemah. Penanganan diarea adalah sbb:&lt;br /&gt;• Isolasi ternak yang terserang mencret dan cek kondisi dan warna serta keenceran feses, frekuensi buang kotoran. Dengan mengetahui perubahan kondisi feses/kotoran, maka ternak lain didalam kandang yang mungkin mengalami hal yang sama dapat diidentifikasi&lt;br /&gt;• Jika diarea sangat parah dan kondisi ternak memburuk langsung diberi antibiotic.&lt;br /&gt;• Sangat penting bagi ternak untuk mendapatkan cairan. Oleh karena itu, paksa ternak mengkonsumsi larutan garam dan gula yang dibuat dengan mencampur 1 sendok the (10 g) garam dan 1 sendok the (10 g) gula dalam 2,5 liter air dingin yang telah dimasak. Oralit dapat ditambahkan kedalam larutan, lalu berikan larutan tersebut sebanyak 1/6 dari bobot tubuhnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;SUMBER ; lolit sumbar&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6361887617345858322-3489856267140096000?l=blitar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blitar.blogspot.com/feeds/3489856267140096000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2011/09/manajemen-kesehatan-anak-kambing-pra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/3489856267140096000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/3489856267140096000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2011/09/manajemen-kesehatan-anak-kambing-pra.html' title='MANAJEMEN KESEHATAN ANAK KAMBING PRA SAPIH'/><author><name>Mas Asror</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09546462470961449530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji2TIckChGQ/TqurGQPUKdI/AAAAAAAAAQU/Wrjr5E6K9O0/s220/z.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-ttZCUe7SDfA/TmyFrAEwPiI/AAAAAAAAAN8/rGyZIJzH7u4/s72-c/wedus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6361887617345858322.post-6848698959063368237</id><published>2011-08-24T03:07:00.000-07:00</published><updated>2011-08-24T03:09:16.093-07:00</updated><title type='text'>PAKAN DAN MINUM UNTUK INDUK MENYUSUI</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-8rcwF5mY4To/TlTM7jQ8qrI/AAAAAAAAALo/wRlxbHd-9tc/s1600/ank.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="277" src="http://4.bp.blogspot.com/-8rcwF5mY4To/TlTM7jQ8qrI/AAAAAAAAALo/wRlxbHd-9tc/s320/ank.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cc0000; font-size: large;"&gt;MANAGEMENT PAKAN INDUK MENYUSUI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Selama menyusui (1-6 minggu setelah melahirkan) kebutuhan induk akan zat nutrisi sangat tinggi, karena dibutuhkan untuk memproduksi air susu bagi anaknya. Selama masa menyususi selain pakan hijauan perlu diberikan pakan konsentrat. Hijauan diberikan secara tidak terbatas, kurang lebih 20% dari bobot tubuhnya. Gunakan jenis hijauan yang berkualitas baik yaitu berumur muda dengan porsi daun yang banyak. Hijauan diberikan paling tidak 2 x dalam sehari. Konsentrat diberikan sebanyak 200-300 g per ekor per hari.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6361887617345858322&amp;amp;postID=6848698959063368237&amp;amp;from=pencil" name="more"&gt;&lt;/a&gt;Komposisi konsentrat tergantung kepada bahan yang tersedia di lokasi. Beberapa bahan yang umum digunakan adalah dedak padi (20-30%), bungkil kelapa (15-20%), ampas singkong (10-15%), tepung gaplek (10-20%), ampas tahu (tidak terbatas). Bahan tersebut dicampur menjadi satu campuran pakan konsentrat dan diberikan pada pagi hari. Daun tanaman leguminosa seperti Lamtoro, Gliricidia, Indigofera, Kaliandra sangat baik diberikan pada induk selama menyususi untuk merangsang produksi susu. Daun leguminosa ini dapat diberikan tidak terbatas tergantung ketersediaan dilapang. Daun leguminosa seperti Indigofera sp sangat baik diberikan kepada induk sedang menysusui agar produksi susu meningkat Kepada induk laktasi sebaiknya diberikan mineral dalam bentuk blok yang disebut mineral blok, karena kebutuhan induk menyususi akan mineral meningkat dan sering tidak dapat dipenuhi dari bahan makan yang dikonsumsi.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;AIR MINUM BAGI INDUK MENYUSUI&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt;"&gt;Induk yang sedang menysusui sangat membutuhkan air minum dalam jumlah cukup setiap hari. Air minum sangat penting untuk menjamin berlangsungnya proses metabolisme didalam tubuh, mengatur suhu tubuh dan untuk memproduksi susu. Kebutuhan air minum seekor kambing kurang lebih 1,5 – 2,5 liter per hari. Ternak mendapat asupan air dari makanan, terutama hijauan yang dikonsumsi, namun jumlah ini tidak mencukupi kebutuhan, terutama didaerah panas atau jika ternak digembalakan setiap hari. Oleh karena itu, air minum harus tersedia didalam kandang setiap saat.&lt;br /&gt;Air minum harus selalu bersih dan hindari terkontaminasi oleh air kencing/urin ataupun kotoran, karena air minum yang telah terkontaminasi biasanya tidak dikonsumsi ternak. Ganti air minum setiap hari atau bila terlihat sudah keruh. Kambing membutuhkan air minum setiap saat dalam jumlah yang cukup dan harus tersedia didalam kandang. sumber: lolit sumut.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6361887617345858322-6848698959063368237?l=blitar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blitar.blogspot.com/feeds/6848698959063368237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2011/08/pakan-dan-minum-untuk-induk-menyusui.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/6848698959063368237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/6848698959063368237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2011/08/pakan-dan-minum-untuk-induk-menyusui.html' title='PAKAN DAN MINUM UNTUK INDUK MENYUSUI'/><author><name>Mas Asror</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09546462470961449530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji2TIckChGQ/TqurGQPUKdI/AAAAAAAAAQU/Wrjr5E6K9O0/s220/z.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-8rcwF5mY4To/TlTM7jQ8qrI/AAAAAAAAALo/wRlxbHd-9tc/s72-c/ank.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6361887617345858322.post-7305760009571251275</id><published>2011-08-19T01:15:00.000-07:00</published><updated>2011-08-19T01:22:52.977-07:00</updated><title type='text'>PENANGANAN KELAHIRAN PADA KAMBING</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-FVYc3M8btnw/Tk4bRW2cilI/AAAAAAAAAKo/vjLh_H-hi-I/s1600/ds.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-FVYc3M8btnw/Tk4bRW2cilI/AAAAAAAAAKo/vjLh_H-hi-I/s1600/ds.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #0b5394;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #cc0000; font-size: large;"&gt;PENANGANAN PASCA KELAHIRAN.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #0b5394; font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt;"&gt;Hal penting yang perlu dilakukan adalah tindak agar terjalin hubungan induk-anak secara maksimal. Tindakan induk yang membersihkan seluruh tubuh anak dengan menjilat merupakan cara paling efektif menciptakan hubungan induk-anak yang baik pada waktu selanjutnya. Hubungan ini dapat mempengaruhi ketersediaan/akses air susu induk untuk anak yang baru dilahirkan. Seekor induk dapat menunjukan penolakan terhadap anaknya apabila hubungan ini tidak terbentuk sejak awal.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6361887617345858322&amp;amp;postID=7305760009571251275&amp;amp;from=pencil" name="more"&gt;&lt;/a&gt;Apabila induk menolak membersihkan anak yang lahir sebaiknya diberi bantuan dengan membaringkan anak didekat hidung induknya agar induk dapat membersihkan anaknya dengan menjilat sekujur tubuh. Apabila induk menolak membersihkan tubuh anaknya bersihkan seluruh tubuh anak dengan kain kering dan berswih dan bersihkan bagian kepala dan hidung agar anak dapat bernafas dengan lancar. Apabila anak tidak menunjukan gerakan bernafas secara normal lakukan bantuan dengan mencoba menempelkan jerani halus atau rumput kering kedalam rongga hidung untuk merangsang anak bernafas. Selanjutnya anak dapat diangkat dengan menarik kaki bagian belakang keatas sambil meremas sekujur badan dengan lembut.&lt;br /&gt;Setelah proses kelahir berjalan dengan baik, maka tali pusar biasanya terputus pada saat induk berdiri. Untuk mencegah infeksi talipusar diolesi larutan iodine. Pemotongan tali pusar anal dapat meyebabkan pendarahan apabila pemotongan terlalu panajng. Disarankan pemotongan dilakukan dengan gunting yang bersih sepanjang 5-7 cm lalu diolesi dengan larutan iodium untuk mencegah infeksi. Tali pusar dapat dibiarkan terpotong sendiri.&lt;br /&gt;Induk dan anak dapat ditempatkan pada kandang beranak portable ( 1,0 x 1,0 m) selama seminggu atau induk dikelompokan dalam kandang beranak. Pengelompokan induk dilakukan berdasarkan keseragaman bobot dan besaran anak. Besaran kelompok bervariasi dan tergantung skala usaha. Disarankan untuk membentuk 10-15 induk per kelompok pada usaha yang intensif.&lt;br /&gt;Ringkasan langkah yang perlu diperhatian penanganan segera setelah melahirkan adalah sbb:&lt;br /&gt;• Setelah melahirkan biarkan induk menjilat anak untuk membangun hubungan (kontak) induk-anak, sehingga induk akan mau merawat anak dengan baik dan untuk membersihkan dan mengeringkan tubuh anak dari cairan yang melekat agar dapat bernafas secara normal&lt;br /&gt;• Pembersihan dapat dibantu menggunakan kain yang bersih&lt;br /&gt;• Anak yang normal akan mampu berdiri dan menyusu dalam waktu 1 jam setelah dilahirkan.&lt;br /&gt;• Pastikan bahwa anak segera menyusui induk dalam 4 jam pertama setelah melahirkan.&lt;br /&gt;• Anak yang menyusui induk dalam kurun waktu 4 jam pertama setelah melahirkan akan mendapat kolostrum yang akan menguatkan daya tahan anak terhadap serangan penyakit.&lt;br /&gt;• Apabila anak yang baru lahir lemah sehingga tidak mampu mennyusu, perlu dibantu menyusukan ke induk atau gunakan botol susu atau tabung alat suntik (tanapa jarum) berisi kolostrum yang diperah dari induknya. Induk yang baik membersihkan seluruh tubuh terutama dibagian kepala dan mulut/hidung agar anak dapat bernafas dengan normal.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6361887617345858322-7305760009571251275?l=blitar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blitar.blogspot.com/feeds/7305760009571251275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2011/08/penanganan-kelahiran-pada-kambing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/7305760009571251275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/7305760009571251275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2011/08/penanganan-kelahiran-pada-kambing.html' title='PENANGANAN KELAHIRAN PADA KAMBING'/><author><name>Mas Asror</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09546462470961449530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji2TIckChGQ/TqurGQPUKdI/AAAAAAAAAQU/Wrjr5E6K9O0/s220/z.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-FVYc3M8btnw/Tk4bRW2cilI/AAAAAAAAAKo/vjLh_H-hi-I/s72-c/ds.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6361887617345858322.post-2765326398843996976</id><published>2011-08-18T03:35:00.000-07:00</published><updated>2011-08-19T01:21:20.766-07:00</updated><title type='text'>GEJALA  MELAHIRKAN PADA KAMBING</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: red; font-size: large;"&gt;GEJALA DAN PROSES MELAHIRKAN PADA KAMBING.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-U6w67CXC4-o/Tk0IgB_myNI/AAAAAAAAAKk/d1DShroRSCs/s1600/buntng.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-U6w67CXC4-o/Tk0IgB_myNI/AAAAAAAAAKk/d1DShroRSCs/s320/buntng.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: 'Times New Roman'; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0b5394;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;Pengelolaan induk menjelang melahirkan, saat melahirkan dan beberapa saat setelah anak dilahirkan merupakan salah satu periode singkat naum kritis bagi pencapaian produktivitas seekor induk kambing. Diperlukan berbagai tindakan persiapan yang mendetail ataupun tindakan pada saat melahirkan maupun setelah dilahirkan untuk terutama mencegah kematian baik induk maupun anak yang dilahirkan. Sehubungan dengan itu, maka kemampuan menduga secara akurat saat melahirkan seekor induk akan sangat membantu keberhasilan manajemen melahirkan secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6361887617345858322&amp;amp;postID=2765326398843996976&amp;amp;from=pencil" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tanda yang menunjukan bahwa seekor induk akan melahirkan perlu dipahami. Beberapa hari sebelum melahirkan maka terlihat ambing menjadi penuh , mengeras dan berkilat, walaupun dapat terjadi bahwa seekor induk tidak menunjukan perubahan pada ambing. secara nyata saat menjelang melahirkan. Vulva mulai membengkak dan terjadi relaksasi otot didaerah pinggul. Tanda akan melahirkan semakin jelas beberapa jam sebelum melahirkan seperti induk sering berbaring dan berdiri, gelisah didalam kandang, sering memalingkan kepala kebagian belakang tubuh, keluarnya cairan putih dari vulva, mengangkat ekor dan mengeluarkan suara. Gejala tersebut dapat berlangsung singkat dalam beberapa jam atau berlangsung selama 12-24 jam. Pada umumnya seekor induk tidak membutuhkan pertolongan pada saat melahirkan kecuali pada kasus tertentu, misalnya posisi anak yang tidak normal. Penanganan kesehatan juga perlu diperhatikan apabila cairan yang keluar dari vulva berubah dari berwarna putih menjadi kemerahan.&lt;br /&gt;Tahapan berikutnya dalam proses melahirkan biasanya ditandai dengan keluarnya kantong air yang dapat tetap utuh ataupun pecah. Kentong air kediua dapat juga muncul dengan warna cairan yang lebih gelap. Setelah kantong air ini keluar dari vulva induk biasanya membaringkan diri, kemudian berdiri lalu berbaring kembali. Hal ini dapat terjadi beberapa kali sebelum melahirkan. Anak biasanya lahir kurang lebih 30 menit setelah kantung air keluar atau pecah. Induk yang segera akan melahirkan seperti terlihat adanya cairan putih.bening yang keluar dari vulva&lt;br /&gt;Persiapan yang perlu dilakukan untuk proses melahirkan:&lt;br /&gt;• Siapkan kandang untuk induk-anak atau buat sekat dalam kandang untuk induk-anak.&lt;br /&gt;• Induk yang akan melahirkan menunjukan tanda tanda seperti gelisah, menggesekan kaki di lantai,sering menoleh kebelakang, mengeluarkan cairan putih yang kental.&lt;br /&gt;• Secara normal induk tidak membutuhkan bantuan untuk melahirkan, naum penting memperhatikan apakah ternak membutuhkan bantuan untuk mengeluarkan janin.&lt;br /&gt;• Proses melahirkan biasanya tidak lebih dari ½ jam.&lt;br /&gt;• Jika ada kelahiran lebih dari satu selang melahirkan antara anak biasanya sekitar 15 menit&lt;br /&gt;• Ikat tali pusar dan olesi dengan larutan iodium untuk mencegah infeksi&lt;br /&gt;• Setelah anak terakhir dilahirkan kantong plasenta muncul dan lepas dalam 4-5 jam&lt;br /&gt;• Cek apakah induk memproduksi susu dan saluran puting terbuka dengan memeras puting secra lembut&lt;br /&gt;• Induk diberi air minum yang dicampur dengan konsentrat setelah melahirkan seluruh anak yang dikandun&lt;/span&gt;g&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6361887617345858322-2765326398843996976?l=blitar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blitar.blogspot.com/feeds/2765326398843996976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2011/08/gejala-melahirkan-pada-kambing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/2765326398843996976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/2765326398843996976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2011/08/gejala-melahirkan-pada-kambing.html' title='GEJALA  MELAHIRKAN PADA KAMBING'/><author><name>Mas Asror</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09546462470961449530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji2TIckChGQ/TqurGQPUKdI/AAAAAAAAAQU/Wrjr5E6K9O0/s220/z.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-U6w67CXC4-o/Tk0IgB_myNI/AAAAAAAAAKk/d1DShroRSCs/s72-c/buntng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6361887617345858322.post-5860760886845515196</id><published>2011-08-17T03:44:00.000-07:00</published><updated>2011-08-18T03:40:35.339-07:00</updated><title type='text'>MANAJEMEN PAKAN INDUK BUNTING</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #0b5394;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;MANAJEMEN PAKAN PADA INDUK BUNTING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-NEir33ulQrg/TkudxSvP9DI/AAAAAAAAAKc/Tq6btasU8JA/s1600/buntig.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #0b5394;"&gt;&lt;img border="0" height="237" src="http://1.bp.blogspot.com/-NEir33ulQrg/TkudxSvP9DI/AAAAAAAAAKc/Tq6btasU8JA/s320/buntig.jpg" width="320" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #0b5394;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white;"&gt;Pengelolaan pakan pada induk bunting dapat dibagi menjadi dua periode yaitu periode awal masa kebuntingan dan periode akhir masa kebuntingan. Periode awal kebuntingan berlangsung selama 3-4 bulan pertama usia kebuntingan dan periode akhir kebuntingan berlansung selama 1-2 bulan sebelum melahirkan.&lt;br /&gt;Selama awal masa kebuntingan tingkat kebutuhan induk akan nutrisi tidak berbeda jauh dengan kebutuhan induk yang tidak bunting. Oleh karena itu, kondisi pakan yang diberikan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup pokok (maintenance). Dengan kata lain, induk cukup diberikan pakan hijauan dengan kualitas yang baik (tanaman muda, rasio daun/batang tinggi) dalam jumlah tidak terbatas (15-20% dari bobot tubuh) dan diberikan 2-3 kali dalam sehari. Apabila kondisi pakan ini dapat dipenuhi, maka pemberian konsentrat tidak diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutris induk. Salah satu indikasi yang mudah digunakan untuk mengetahui apakah jumlah hijauan yang diberikan sudah mencukupi adalah ada tidaknya sisa pakan pada keesokan harinya. Kombinasi rumput dengan tanaman legum seperti Glirisidia, Lamtoro, Kaliandra ataupun Indigospera sangat bermanfaat. Daun legum dapat diberikan sebanyak 500-1000 g/ekor/hari dalam bentuk segar, tergantung ketersediaan bahan. Apabila ketersediaan legum sangat terbatas, pemberiannya dapat dilakukan secara berselang atau intermittent. Induk kambing yang belum terbiasa dengan salah satu jenis legume tersebut biasanya membutuhkan waktu adaptasi selama 1-2 minggu sebelum mampu mengkonsumsi dalam jumlah banyak.&lt;br /&gt;Dalam periode akhir masa kebuntingan (1-2 bulan sebelum melahirkan) kebutuhan nutrisi induk meningkat secara tajam, oleh karena pada periode ini pertumbuhan janni didalam kandungan meningkat tajam. Penggunaan pakan konsentrat yang mengandung banyak energy, protein dan vitamin perlu dipertimbangkan. Dalam periode ini peningkatan asupan nutrisi diperlukan untuk 1) pertumbuhan janin secara maksimal dan 2) pembentukan cadangan lemak dan protein dalam tubuh induk agar dapat digunakan sebagai sumber nutrisi selama masa menyususi.&lt;br /&gt;Pakan konsentrat dari bahan &lt;st1:city w:st="on"&gt;&lt;st1:place w:st="on"&gt;baku&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang tersedia secara lokal sangat baik diberikan kepada induk kambing sedang bunting tua dan sedang menyusui.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f3f3f3;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6361887617345858322-5860760886845515196?l=blitar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blitar.blogspot.com/feeds/5860760886845515196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2011/08/manajemen-pakan-induk-bunting.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/5860760886845515196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/5860760886845515196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2011/08/manajemen-pakan-induk-bunting.html' title='MANAJEMEN PAKAN INDUK BUNTING'/><author><name>Mas Asror</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09546462470961449530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji2TIckChGQ/TqurGQPUKdI/AAAAAAAAAQU/Wrjr5E6K9O0/s220/z.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-NEir33ulQrg/TkudxSvP9DI/AAAAAAAAAKc/Tq6btasU8JA/s72-c/buntig.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6361887617345858322.post-8009335285995389976</id><published>2011-08-14T02:28:00.000-07:00</published><updated>2011-08-22T12:04:46.990-07:00</updated><title type='text'>CARA MENDETEKSI KEHAMILAN KAMBING</title><content type='html'>&lt;h3 style="margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia; font-size: 16.5pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #cc0000;"&gt;Mendeteksi Kehamilan Kambing&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #38761d;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-F0x04ZjExLI/TkfgVDWnYLI/AAAAAAAAAKE/nUPjip0llAQ/s1600/s.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://2.bp.blogspot.com/-F0x04ZjExLI/TkfgVDWnYLI/AAAAAAAAAKE/nUPjip0llAQ/s400/s.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #5e5e5e; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;Sahabat ingin tahu cara mudah untuk mengetahui apakah kambing sudah hamil atau belum setelah dikawinkan, lakukan cara sederhana berikut ini ; tali leher kambing dengan tiang/pilar agar tidak lari, kemudian tutup mulut dan hidung kambing dengan tangan secara rapat sambil berhitung dalam hati satu sampai tiga puluh misalnya, bila dalam hitungan tiga puluh (kurang lebih 30 detik) kambing yang hidung dan mulutnya tertutup tidak dalam keadaan kencing berarti kambing belum hamil, namun bila kambing terkencing-kencing diperkirakan telah hamil sekitar 1 s/d 2 bulan, bila kambing terkencing-kencing dalah hitungan 20 detik diperkirakan sedang hamil sekitar 3 s/d 4 bulan dan bila kambing terkencing dalam hitungan 10 detik diperkirakan kambing dalam keadaan hamil tua sekitar 5 bulan.&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6361887617345858322&amp;amp;postID=8009335285995389976&amp;amp;from=pencil" name="more"&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #5e5e5e; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;Cara ini diajarkan oleh salah seorang mantri hewan yang kebetulan memerika kehamilan di kandang etawa farm, awak kandang etawa farm telah belajar mempraktekannya, kebenaran perkiraan usia kehamilannya akan sama-sama kami buktikan setelah melahirkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #5e5e5e; font-family: Arial; font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ada sahabat yang memiliki cara yang lebih efektif atau sudah ada alat tes kehamilan dan cara memperkirakan usia kehamilan kambing etawa, dengan senang hati apabila ada yang berkenan berbagi kepada kami.&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6361887617345858322-8009335285995389976?l=blitar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blitar.blogspot.com/feeds/8009335285995389976/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2011/08/cara-mendeteksi-kehamilan-kambing.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/8009335285995389976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/8009335285995389976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2011/08/cara-mendeteksi-kehamilan-kambing.html' title='CARA MENDETEKSI KEHAMILAN KAMBING'/><author><name>Mas Asror</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09546462470961449530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji2TIckChGQ/TqurGQPUKdI/AAAAAAAAAQU/Wrjr5E6K9O0/s220/z.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-F0x04ZjExLI/TkfgVDWnYLI/AAAAAAAAAKE/nUPjip0llAQ/s72-c/s.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6361887617345858322.post-7637026545007308341</id><published>2011-02-14T21:33:00.000-08:00</published><updated>2011-08-23T23:12:47.309-07:00</updated><title type='text'>MANAJEMEN PETERNAKAN</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: white; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 20px; position: relative;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header" style="line-height: 1.6; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" id="post-body-1719487142133076197" style="line-height: 1.4; position: relative; width: 520px;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: white; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: white; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="border-bottom-style: none; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in;"&gt;&lt;h2 style="border-bottom-style: none; border-color: initial; border-left-style: none; border-right-style: none; border-top-style: none; border-width: initial; font: normal normal bold 14px/normal 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; margin-bottom: 7.5pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; padding-bottom: 0in; padding-left: 0in; padding-right: 0in; padding-top: 0in; position: relative;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma; font-size: 16pt; letter-spacing: -0.75pt;"&gt;&lt;a href="http://ternakonline.wordpress.com/2010/04/06/beternak-domba-secara-benar/" style="text-decoration: none;"&gt;&lt;span style="color: #cc0000;"&gt;Beternak Kambing Secara&amp;nbsp;Benar&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f3f3f3; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: white; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma; font-size: 9pt;"&gt;&lt;a href="http://ternakonline.files.wordpress.com/2010/04/domba.jpg" style="color: #ff9900; text-decoration: none;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #226699; text-decoration: none;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="wp-caption-text" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f3f3f3; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.75pt; margin-bottom: 9.6pt; margin-left: 12pt; margin-right: 12pt; margin-top: 6pt; text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-_mS11DmbDc4/TkoQdehvZkI/AAAAAAAAAKQ/UBrSIbhHy-s/s1600/d.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="250" src="http://1.bp.blogspot.com/-_mS11DmbDc4/TkoQdehvZkI/AAAAAAAAAKQ/UBrSIbhHy-s/s400/d.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: white; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 18pt; margin-bottom: 9.6pt; margin-left: 12pt; margin-right: 12pt; margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: white; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma; font-size: 9pt;"&gt;Berternak kambing merupakan suatu peluang bisnis yang bagus, baik untuk diekspor maupun untuk di dalam negeri. Daging kambing adalah sumber protein hewani, susu domba menjadi minuman bergizi, dan kulitnya menjadi bahan kerajinan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 18pt; margin-bottom: 9.6pt; margin-left: 12pt; margin-right: 12pt; margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: white; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma; font-size: 9pt;"&gt;Berikut petunjuk untuk budidaya kambing:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 18pt; margin-bottom: 9.6pt; margin-left: 12pt; margin-right: 12pt; margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: white; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma; font-size: 9pt;"&gt;(1)&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Lokasi peternakan:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;sebaiknya dipilih daerah yang luas, tenang, ada sumber air dan makanan, dan relatif tidak dekat dengan perumahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 18pt; margin-bottom: 9.6pt; margin-left: 12pt; margin-right: 12pt; margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: white; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma; font-size: 9pt;"&gt;(2)&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Bibit kambing :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;pilih kambing yang sehat (tidak berpenyakit), keturunan dari kambing yang berprosentasi kesuburan dan kelahiran tinggi dan kecepatan tumbuh dengan prosentase karkas yang baik. Calon induk dipilih yang berumur 1,5 – 2 tahun, tidak bercacat, bentuk perut normal, dan punya nafsu kawin tinggi. Pejantan dipilih yang berumur 1,5 – 2 tahun, tidak cacat dan berbadan normal serta turunan dari kelahiran dua ekor (sepasang).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 18pt; margin-bottom: 9.6pt; margin-left: 12pt; margin-right: 12pt; margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: white; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma; font-size: 9pt;"&gt;(3)&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Kandang:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;gunakan bahan yang awet, luas disesuaikan dengan jumlah ternak (1,5 m2 per ekor), mudah dibersihkan, dan kena sinar matahari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 18pt; margin-bottom: 9.6pt; margin-left: 12pt; margin-right: 12pt; margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: white; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma; font-size: 9pt;"&gt;(4)&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Pemberian Pakan:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;dibedakan dalam dua cara:(a) digembalakan/dilepas mencari makan di lapangan dan (b) dikurung dalam kandang dan disediakan makanan yang terdiri dari daun hijauan, pakan penguat (konsentrat), garam, dan makanan pelengkap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 18pt; margin-bottom: 9.6pt; margin-left: 12pt; margin-right: 12pt; margin-top: 6pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: white; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Tahoma; font-size: 9pt;"&gt;(5)&amp;nbsp;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Tahoma;"&gt;Pemeliharaan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;: kandang selalu dibersihkan, minimal sekali dalam seminggu. kambing yang sakit segera dipisahkan dan diobati. Lakukan vaksinasi pada domba-domba yang sehat. Induk yang bunting dipisah tersendiri dan diberi makanan yang baik secara teratur. Induk yang baru melahirkan diberi hijauan dan makanan tambahan untuk penguat. Anak yang baru lahir dibersihkan dan diberi makanan khusus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6361887617345858322-7637026545007308341?l=blitar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blitar.blogspot.com/feeds/7637026545007308341/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2011/02/fermentasi-jerami-untuk-pakan-kambing.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/7637026545007308341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/7637026545007308341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2011/02/fermentasi-jerami-untuk-pakan-kambing.html' title='MANAJEMEN PETERNAKAN'/><author><name>Mas Asror</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09546462470961449530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji2TIckChGQ/TqurGQPUKdI/AAAAAAAAAQU/Wrjr5E6K9O0/s220/z.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-_mS11DmbDc4/TkoQdehvZkI/AAAAAAAAAKQ/UBrSIbhHy-s/s72-c/d.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6361887617345858322.post-8416771425157118549</id><published>2010-11-29T11:25:00.000-08:00</published><updated>2011-08-22T12:15:04.178-07:00</updated><title type='text'>MENGELOLA PERKAWINAN KAMBING</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_E65pE63GdqU/TPP9zv0x48I/AAAAAAAAAGM/bS39prqU4yk/s1600/belut.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-image: initial; background-origin: initial; margin-bottom: 10.3pt; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 10.3pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #cc0000; font-size: large;"&gt;MENGELOLA PERKAWINAN KAMBING&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-X5K5sVP0ZBc/Tkfccw2q50I/AAAAAAAAAJ8/9BSDqevGb0U/s1600/g.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/-X5K5sVP0ZBc/Tkfccw2q50I/AAAAAAAAAJ8/9BSDqevGb0U/s1600/g.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #444444;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #444444;"&gt;Pola perkawinan dalam produksi kambing dapat dilakukan melalui dua pendekatan yaitu pendekatan perkawian secara individual atau perkawinan dengan pendekatan kelompok. Pada pola perkawinan individual, maka seekor induk dikawinkan satu persatu dengan pejantan terpilih yang telah ditetapkan sebagai pemacek. Pada pola perkawinan individual ini pengamatan masa birahi oleh peternak perlu dilakukan secara cermat untuk memastikan induk akan kawin pada saat yang paling optimal (setelah ovulasi). Tingkat keberhasilan perkawinan induk dalam pola perkawinan individu ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan peternak dalam mendeteksi waktu birahi pada induk. Oleh karena itu perlu melakukan pengamatan pada pagi dan sore hari. Biasanya pejantan dibiarkan melakukan perkawinan paling tidak sebanyak 2 kali dalam selang waktu setengah jam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #444444;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=6361887617345858322&amp;amp;postID=8416771425157118549&amp;amp;from=pencil" name="more"&gt;&lt;/a&gt;Perkawinan yang baik/coitus biasanya ditandai dengan gerakan induk yang menekan/menurunkan ekor dan bagian belakang tubuh kearah bawah dengan kuat selama kira-kira 20 detik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #444444;"&gt;Pada pola perkawinan kelompok pejantan terpilih dicampur dengan beberapa ekor induk dalam kurun waktu tertentu sampai induk mengalami kebuntingan. Pejantan terpilih disarankan dicampur dengan kelompok betina selama dua siklus birahi yaitu selama 42-45 hari dengan alasan bahwa apabila pada siklus birahi pertama ternyata tidak terjadi perkawinan, maka diharapkan pada siklus birahi kedua perkawinan tidak akan terlewatkan. Dengan demikian, kepastian kebuntingan ternak lebih terjamin. Pola ini juga dapat mempersempit rentang waktu melahirkan antara individu induk, sehingga mendekati waktu beranak yang lebih seragam. Setelah memastikan bahwa induk telah bunting (dapat diduga dari tidak munculnya tanda birahi pada induk), maka pejantan disarankan dikeluarkan dari kandang induk. Pejantan yang terus bercampur dengan induk dapat mengalami penurunan libido atau agresivitas terhadap betina estrus. Dalam sistem perkawinan baik individual maupun kelompok, rasio pajantan/induk dapat mencapai 1/20-30 apabila kondisi pejantan sangat baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #444444;"&gt;Dalam pola ini deteksi masa birahi dilakukan oleh pejantan dan biasanya jarang yang terlewatkan. Deteksi birahi oleh peternak dalam pola perkawinan kelompok tetap memiliki arti manajemen yang penting untuk mengetahui atau memprediksi waktu melahirkan. Dengan demikian manjemen yang terkait dengan masa kebuntingan dan waktu melahirkan dapat dikelola dan dipersiapkan dengan lebih terencana. Perlu mengetahui induk yang sedang birahi agar dapat meyiapkan pejantan untuk perkawinan pada waktu yang optimal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #444444;"&gt;Sumber :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #444444;"&gt;LOLIT KAMBING POTONG&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: #444444;"&gt;SEI PUTIH SUMUT&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6361887617345858322-8416771425157118549?l=blitar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blitar.blogspot.com/feeds/8416771425157118549/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2010/11/memelihara-belut-dalam-comberan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/8416771425157118549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/8416771425157118549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2010/11/memelihara-belut-dalam-comberan.html' title='MENGELOLA PERKAWINAN KAMBING'/><author><name>Mas Asror</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09546462470961449530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji2TIckChGQ/TqurGQPUKdI/AAAAAAAAAQU/Wrjr5E6K9O0/s220/z.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-X5K5sVP0ZBc/Tkfccw2q50I/AAAAAAAAAJ8/9BSDqevGb0U/s72-c/g.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6361887617345858322.post-9165970276109910568</id><published>2010-10-26T08:02:00.000-07:00</published><updated>2011-08-15T23:36:37.419-07:00</updated><title type='text'>SYARAT JADI PETERNAK SUKSES</title><content type='html'>&lt;h4 style="font-family: Arial, Verdana, sans-serif; line-height: 18px; margin-bottom: 6px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-size: 12px; font-weight: normal;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; color: white; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; font-weight: normal;"&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 20px; position: relative;"&gt;&lt;a href="http://blitar.blogspot.com/2011/08/syarat-jadi-peternak-sukses.html" style="color: black; font: normal normal bold 20px/normal 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; text-decoration: none;"&gt;SYARAT JADI PETERNAK SUKSES&lt;/a&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="post-header" style="line-height: 1.6; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" id="post-body-1752875285912575407" style="line-height: 1.4; position: relative; width: 520px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="line-height: 13.5pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 0in; margin-right: 0in; margin-top: 15pt; position: relative;"&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS';"&gt;PERSYARATAN MENJADI PETERNAK SUKSES&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-jqAshHfRZ20/TkoPvyO_6PI/AAAAAAAAAKM/nUsBu5cfAPc/s1600/saya.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/-jqAshHfRZ20/TkoPvyO_6PI/AAAAAAAAAKM/nUsBu5cfAPc/s320/saya.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 10pt;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: black;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_cyC89FenJqk/TN3xG4u0eeI/AAAAAAAAA2g/mGTHwnOAPcc/s1600/peternak.jpg" style="color: #ff9900; text-decoration: none;"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;MOTIVASI :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel ini kami tulis untuk menanggapi pertanyaan yang masuk kepada kami tentang peluang beternak kambing dan untuk menggugah semangat bagi insan-insan peternakan yang masih ragu dengan dunia ternak. Semoga bermanfaat bagi yang bertanya dan untuk kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syarat-syarat menjadi peternak handal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Bakat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang pasti mempunyai bakat yang berbeda.&amp;nbsp;&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:city w:st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&amp;nbsp;orang yang punya bakat bertani, beternak, berdagang, menulis, melukis dan lain sebagainya. Bakat atau minat sangat dibutuhkan dalam menekuni suatu bidang pekerjaan terutama dunia ternak. Mengapa? Karena yang diurusi bukanlah jasa atau barang mati melainkan benda hidup yang mudah stress dan lainnya. Dengan modal bakat akan membuat seseorang lebih ulet dan sabar dengan bidang pekerjaan yang ditekuninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dukungan keluarga dan masyarakat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat diperlukan dukungan baik dari pihak keluarga atau masyarakat sekitar. Karena beternak akan menimbulkan polusi berupa bau amoniak yang mengganggu lingkungan sekitar. Jangan asal usaha tanpa memperdulikan lingkungan sekitar sehingga jangan pula disalahkan kalau suatu saat terjadi protes warga sekitar. Di samping itu juga kita perlu meminimalkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan seperti sering kehilangan ternak, ternak diracuni, ternak diganggu yang pada intinya akan merugikan diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Modal&lt;span class="apple-converted-space"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir semua sektor usaha membutuhkan modal. Namun untuk memulai beternak kambing janganlah kendala modal menjadi penghalang utama. Sekarang sudah banyak bentuk usaha peminjaman modal dalam bentuk kemitraan atau lainnya. Anda bisa mencari informasi tentang model kemitraan kambing di sekitar tempat tinggal anda. Tetapi ingat, jangan sekali-kali mencari modal dengan berhutang kepada seseorang atau lembaga yang berbuntut riba. Karena walaupun anda yakin usaha anda nantinya akan berhasil tapi keadaan yang akan datang diluar kehendak kita. Maka untuk lebih hati-hati, apabila telah ada bakat dan keinginan kuat untuk memulai beternak cobalah mencari informasi tentang permodalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SDM yang berpengalaman&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peternak yang dengan segenap kemampuan usaha dan waktunya akan mempunyai pengalaman yang berbeda dengan peternak yang hanya memikirkan keuntungan belaka. Seorang peternak yang berpengalaman akan mengetahui dengan teliti karakteristik ternak yang dipeliharanya. Apa makanan kesukaannya (palatability), perilaku yang disukai ternak, dan kenyamanan ternak. Dengan memperhatikan kebutuhan ternak dengan seksama diharapkan ternak tersebut mampu menampilkan produksi terbaiknya buat kita dan tentu keuntungan kita akan bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sayang dengan ternak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan anggap hewan itu tidak mempunyai perasaan dan lain sebagainya. Ungkapan yang ada selama ini di masyarakat sepertinya hewan itu hanya mempunyai nafsu. Kalau anda tidak percaya derngan hal ini cobalah membuat suatu percobaan dengan ternak anda. Suatu missal anda yang akan beternak kambing, cobalah perlakukan satu kandang kambing dengan lemah lembut dan yang satu dengan acuh tak acuh. Kami yakin hasil produksi yang didapat akan sangat nyata berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Informasi sebelum beternak&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: 'Trebuchet MS'; font-size: 13px; font-weight: normal;"&gt;Tidak ada salahnya kalau anda yang punya tekad untuk memulai usaha baru dengan beternak atau apa saja untuk bertanya kepada yang sudah berhasil tentang cara mencapai kesuksesan. Informasi sebelum beternak bisa anda dapatkan baik melalui diskusi atau konsultasi. Tetapi perlu diingat dalam mencari informasi, carilah informasi kepada pihak-pihak yang senang kalau informasi itu kita dapat, jangan salah sasaran. Suatu contoh, anda memutuskan bertanya kepada tetangga anda yang sudah beternak kambing bertahun-tahun sedang anda tahu bahwa tetangga anda tidak senang kalau ada peternak baru diwilayahnya. Maka jangan salahkan kalau informasi yang anda peroleh nantinya akan berbalik 180° dari kenyataan. Boro-boro untung yang diharap, rasa kecewa dan kerugianlah yang nantinya akan kita rasakan.*(SPt)&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal;"&gt;&lt;div class="entry" style="font-size: 12px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 28px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px; text-align: justify;"&gt;&lt;div style="margin-bottom: 15px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; color: #333333; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6361887617345858322-9165970276109910568?l=blitar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blitar.blogspot.com/feeds/9165970276109910568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2010/10/mempercepat-pertumbuhan-ikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/9165970276109910568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/9165970276109910568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2010/10/mempercepat-pertumbuhan-ikan.html' title='SYARAT JADI PETERNAK SUKSES'/><author><name>Mas Asror</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09546462470961449530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji2TIckChGQ/TqurGQPUKdI/AAAAAAAAAQU/Wrjr5E6K9O0/s220/z.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-jqAshHfRZ20/TkoPvyO_6PI/AAAAAAAAAKM/nUsBu5cfAPc/s72-c/saya.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6361887617345858322.post-6577671670381997969</id><published>2010-10-13T08:13:00.001-07:00</published><updated>2011-08-14T07:42:16.344-07:00</updated><title type='text'>JERAMI PAKAN ALTERNATIF KAMBING</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial; font-size: small;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #333333; font-family: verdana, arial, Sans-erif; font-size: 12px; line-height: 20px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 4px;"&gt;&lt;div style="line-height: 20px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; font-weight: normal; line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; line-height: 20px; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-footer" style="margin-bottom: 0.5em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0.5em;"&gt;&lt;div class="post-footer-line post-footer-line-1"&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0in; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0in; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="color: #666666; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 20px; position: relative;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ff9900; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ff9900; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title" style="margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 20px; position: relative;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ff9900; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: white; font-family: 'Trebuchet MS'; line-height: 18px;"&gt;&lt;a href="http://blitar.blogspot.com/2011/02/fermentasi-jerami-untuk-pakan-kambing.html"&gt;&lt;span style="color: black; font-size: 15.0pt; text-decoration: none; text-underline: none;"&gt;Fermentasi jerami untuk pakan kambing.&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-xqZJsc1g8Rc/TkfePBtUX-I/AAAAAAAAAKA/nJpCws7w9jk/s1600/jerami.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://3.bp.blogspot.com/-xqZJsc1g8Rc/TkfePBtUX-I/AAAAAAAAAKA/nJpCws7w9jk/s400/jerami.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;FERMENTASI JERAMI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&amp;nbsp;15 february 2011.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Jerami adalah hasil ikutan limbah pertanian terbanyak diindonesia, namun kualitas nutrisinya relative rendah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Ternak ruminansia (Sapi, Kerbau, Kambing) mampu memanfaatkan jerami padi sebagai pakan basal.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Pada musim kemarau jerami padi (kering) merupakan pakan ternak utama untuk daerah tertentu.Bahkan tidak jarang untuk mendapatkan jerami padi pada musim kemarau, petani terpaksa mencari keluar daerah atau membeli dengan harga yang relative mahal .&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Sebagai sumber pakan, Jerami padi mempunyai beberapa kelemahan yaitu : daya kecernaannya rendah dan kandungan gizinyapun rendah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Untuk meningkatkan nilai gizi jerami dengan cara :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;a. Pengolahan secara biologis dengan menggunakan jamur.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;b. Mengolah &amp;nbsp;secara kimiawi dengan penambahan urea dan starbio, kostik soda (Naoh) dan Ca(OH)2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;c. Pemotongan secara fisik yaitu dengan memotong-motong menjadi partikel lebih kecil&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;d. Perlakuan dengan suplementasi pakan penguat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;II.FERMENTASI JERAMI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Fermentasi adalah pengawetan dalam bentuk lembab.Proses fermentasi merupakan proses anaerob sehingga perlu dihindarkan tindakan yang mengakibatkan masuknya udara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Proses ini dilakukan dengan menggunakan probiotik sebagai starter.Starter yang dapat digunakan antaralain Starbio, Bioplas atau Koenzym.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Fungsi Fermentasi adalah perlakuan/pengawetan oleh senyawa asam yang dihasilkan oleh mikroba dan dilakukan diluar tubuh ternak.makin kuat tingkatan asamnya makin tinggi kenaikan kualitas jerami padi, namun kenaikannya sekitar 10 – 15% saja.Sehingga factor ekonomi perlu dipertimbangkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Indikator berhasil atau tidaknya fermentasi adalah jerami fermentasi tidak berbau ammonia( pesing) tetapi menghasilkan bau harum caramel.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Peranan Probiotik adalah untuk memecahkan selulosa menjadi nutrisi yang mudah diserap oleh tubu8h ternak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;III.SYARAT, BAHAN DAN CARA PEMBUATAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;1. Persyaratan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;a. Kadar jerami padi 40 – 45 %&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;b. Terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;2. Bahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;a. Jerami kering/jerami segar&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;b. Stater&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;c. Air&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;3. Cara Pembuatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Untuk setiap 100 kg jerami, starter yang diperlukan sebanyak 0,5 kg dan 40 liter air.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;a. Timbang jerami&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;b. Sediakan air&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;c. Timbang starter&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;d. Tumpuk jerami lapis demi lapis dengan ketebalan 25 cm.Ukuran tumpukan 2,5 mx2,5 m x 25 cm.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;e. Setiap lapis siram dengan air hingga rata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;f. Setiap lapis ditaburi dengan starter hingga rata.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;g. Banyaknya lapisan tumpukan sesuai dengan kebutuhan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;h. Setelah dianggap cukup, bagian atas ditutupi daun, daun kering atau daun pisang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;i. Biarkan selama 3 -4 minggu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;j. Bongkar dan angin-anginkan sebentar.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;k. Untuk memudahkan dalam penyimpanan dan pengangkutan, sebaiknya hasil fermentasi ini dipadatkan (diPres) dengan alat Pres.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;IV. PENYAJIAN KE TERNAK&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;1. Jerami yang telah difermentasikan dengan diangin-anginkan dapat langsung diberikan ke ternak.Jumlah pemberiannya sama dengan pemberian hijauan pakan yaitu sebesar 10% dari bobot badan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;2. Untuk ternak yang belum terbiasa dengan fermentasi, perlu dilatih yaitu dengan mempuasakannya beberapa saat.Kemudian baru diberi jerami hasil fermentasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;V. KEUNTUNGAN JERAMI FERMENTASI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;Beberapa keuntungan penggunaan jerami fermentasi sebagai pakan diantaranya adalah :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;1. Dapat mengurangi biaya pakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;2. Dapat meningkatkan produksi ternak karena kualitas nutrisi meningkat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;3. Penggunaan pakan dan tenaga kerja lebih efisien.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="apple-style-span"&gt;&lt;span style="background: white; color: blue; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;4. Lingkungan kandang lebih sehat dan nyaman, karena kotoran ternak yang dihasilkan lebih sedikit, kering dan tidak berbau.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: white; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;; font-size: 10.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-header" style="line-height: 1.6; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="line-height: 1.4; position: relative; width: 520px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ff9900; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: transparent; background-image: initial; background-origin: initial; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-left-width: 0px; border-right-width: 0px; border-style: initial; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0in; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 15px; outline-color: initial; outline-style: initial; outline-width: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ff9900; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ff9900; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="post-header" style="color: #666666; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.6; margin-bottom: 1em; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px;"&gt;&lt;div class="post-header-line-1"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-body entry-content" style="color: #666666; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 1.4; position: relative; width: 520px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #ff9900; font-family: 'Trebuchet MS', Trebuchet, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: #666666; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 21px;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="color: white; line-height: 1.6;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="post-share-buttons" style="color: white; display: inline-block; line-height: 1.6; margin-bottom: 0px !important; margin-left: 0.5em !important; margin-right: 0.5em !important; margin-top: 0px !important; vertical-align: middle; width: 106px; zoom: 1;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 20px;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Arial;"&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6361887617345858322-6577671670381997969?l=blitar.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blitar.blogspot.com/feeds/6577671670381997969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2010/10/makanan-ternak.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/6577671670381997969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6361887617345858322/posts/default/6577671670381997969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blitar.blogspot.com/2010/10/makanan-ternak.html' title='JERAMI PAKAN ALTERNATIF KAMBING'/><author><name>Mas Asror</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09546462470961449530</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/-ji2TIckChGQ/TqurGQPUKdI/AAAAAAAAAQU/Wrjr5E6K9O0/s220/z.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-xqZJsc1g8Rc/TkfePBtUX-I/AAAAAAAAAKA/nJpCws7w9jk/s72-c/jerami.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
